Rumah Milik Lansia Rusak di Bagian Belakang, Beruntung Tidak Ada Korban Jiwa

PEKALONGAN — Angin puting beliung menerjang sebuah rumah warga di Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/8/2026) siang. Terjangan angin kencang tersebut mengakibatkan sejumlah bagian bangunan rumah milik Suminah (80) mengalami kerusakan.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp.15 juta. Meski bangunan mengalami kerusakan, peristiwa itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.05 WIB. Saat itu, salah seorang perangkat Desa Sabarwangi, Ciptoning (45), berada di sekitar rumah korban. Ia kemudian melihat adanya hembusan angin yang sangat kencang dari arah lahan tebu yang berada tepat di belakang rumah Suminah.
Angin yang datang secara tiba-tiba tersebut kemudian bergerak menuju bagian belakang rumah. Kuatnya terpaan angin membuat sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan. Kondisi tersebut sontak menimbulkan kekhawatiran warga yang berada di sekitar lokasi.
Beruntung, ketika kejadian berlangsung, rumah milik Suminah dalam keadaan kosong. Dengan demikian, tidak ada penghuni yang berada di dalam rumah saat angin kencang menerjang bangunan tersebut.
Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan kepada pihak Kepolisian. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Bhabinkamtibmas dan Banit Reskrim Polsek Kajen bersama satu personel TNI serta sejumlah warga segera mendatangi lokasi kejadian.
Petugas melakukan pengecekan terhadap kondisi rumah sekaligus memastikan tidak ada warga yang menjadi korban. Selain itu, dilakukan pula penanganan awal terhadap bagian rumah yang mengalami kerusakan akibat terpaan angin.
Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan Iptu Suwarti, S.H., saat dikonfirmasi pada Rabu (26/8/2026), membenarkan adanya peristiwa angin kencang yang mengakibatkan kerusakan rumah warga tersebut.
“Dari hasil pengecekan di lokasi, rumah milik korban dalam keadaan kosong saat kejadian. Angin kencang tersebut mengakibatkan kerusakan pada bagian belakang rumah. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini,” kata Iptu Suwarti.
Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, angin kencang datang dari arah lahan tebu yang berada di belakang rumah korban. Hembusan angin kemudian bergerak menuju bangunan hingga menyebabkan bagian belakang rumah mengalami kerusakan.
“Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan sekitar Rp15 juta. Personel Polsek Kajen bersama TNI dan masyarakat telah mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi serta membantu penanganan pascakejadian,” jelasnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca, terutama ketika muncul angin kencang yang berpotensi berkembang menjadi cuaca ekstrem.
Pihak Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan tanda-tanda terjadinya cuaca buruk. Warga diminta segera mencari tempat yang aman apabila terjadi angin kencang maupun kondisi lain yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Selain itu, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada aparat desa, Kepolisian, maupun pihak terkait apabila terjadi bencana atau ditemukan kondisi lingkungan yang dapat membahayakan warga.
Dengan adanya respons cepat dari petugas bersama TNI dan masyarakat, kondisi di lokasi kejadian dapat segera ditangani. Sementara itu, kerusakan rumah milik Suminah selanjutnya diharapkan dapat memperoleh penanganan sehingga tidak menimbulkan persoalan baru apabila terjadi hujan atau angin kencang susulan.




















