Menu

Otomatis
Breaking News

Polisi & Tni

Call Center 110 Gerak Cepat, Api Lahap Gudang Bank Sampah Sukosari Berhasil Dipadamkan

badge-check

Call Center 110 Gerak Cepat, Api Lahap Gudang Bank Sampah Sukosari Berhasil Dipadamkan Perbesar

Laporan warga soal kebakaran langsung direspons Polres Pekalongan. Petugas kepolisian bersama pemadam kebakaran bergerak ke lokasi dan berhasil mengendalikan api tanpa menimbulkan korban jiwa.

PEKALONGAN — Kepedulian masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian darurat kembali menunjukkan manfaat nyata. Aduan warga melalui layanan Call Center 110 Polres Pekalongan pada Selasa (25/8/2026) sore, terkait dugaan kebakaran di gudang bank sampah Desa Sukosari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, langsung mendapat respons cepat dari aparat kepolisian.

Laporan tersebut masuk sekitar pukul 15.45 WIB. Seorang warga menginformasikan kepada operator Call Center 110 mengenai adanya api yang membakar tumpukan sampah di area gudang bank sampah yang berada di Dukuh Sukosari, Desa Sukosari.

Informasi itu tidak berhenti sebagai laporan administratif. Operator Call Center 110 segera meneruskan informasi kepada Pamapta I Polres Pekalongan untuk ditindaklanjuti. Koordinasi kemudian dilakukan dengan piket Polsek Karanganyar serta unit pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Tidak berselang lama, Pamapta I bersama satu personel SPKT dan petugas piket penjagaan bergerak menuju lokasi. Kehadiran petugas menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah api semakin meluas ke lingkungan sekitar.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah membakar tumpukan sampah di area gudang bank sampah. Material sampah yang mudah terbakar membuat penanganan harus dilakukan secara hati-hati. Petugas kepolisian bersama personel pemadam kebakaran kemudian melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.

Diduga Berawal dari Cerobong Pembakaran

Dari keterangan yang diperoleh petugas di lokasi, kebakaran diduga bermula ketika salah seorang warga melakukan aktivitas pembersihan sampah dengan menggunakan alat berupa cerobong pembakaran.

Aktivitas tersebut semula berlangsung seperti biasa. Namun, setelah proses pembakaran dilakukan, warga tersebut meninggalkan lokasi sejenak untuk membeli minuman di sebuah warung yang berada di depan area gudang.

Situasi berubah ketika warga tersebut kembali. Ia mendapati adanya percikan api yang mulai membakar tumpukan sampah di sekitar cerobong.

Melihat api mulai membesar, warga bersama masyarakat lainnya berupaya melakukan pemadaman secara manual dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun, karena material yang terbakar merupakan tumpukan sampah yang relatif mudah menyala, upaya tersebut belum sepenuhnya mampu mengatasi kobaran api.

Dalam kondisi demikian, warga kemudian mengambil langkah cepat dengan menghubungi Call Center 110 Polres Pekalongan.

Laporan tersebut menjadi pintu masuk bagi aparat untuk segera melakukan penanganan secara terkoordinasi. Kepolisian tidak hanya mendatangi lokasi untuk memastikan keadaan, tetapi juga berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran sehingga proses pemadaman dapat dilakukan secara lebih efektif.

Respons Cepat Jadi Kunci

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., melalui Kasubsi Penmas Sihumas Iptu Suwarti, S.H., saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026), mengatakan layanan Call Center 110 merupakan salah satu sarana penting yang dapat dimanfaatkan masyarakat ketika menghadapi kejadian yang membutuhkan respons aparat.

Menurut Suwarti, kecepatan masyarakat dalam menyampaikan informasi memiliki arti penting dalam proses penanganan suatu kejadian. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas dapat menentukan langkah yang diperlukan di lapangan.

“Begitu laporan diterima, petugas langsung melakukan koordinasi dengan Polsek Karanganyar dan pemadam kebakaran. Personel juga segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi dan membantu proses penanganan,” kata Suwarti.

Ia menjelaskan, sinergi antara masyarakat, kepolisian dan unsur penanganan kebakaran menjadi faktor penting dalam mengendalikan situasi.

Dalam kejadian tersebut, api akhirnya berhasil dipadamkan. Tidak terdapat korban jiwa maupun laporan mengenai warga yang mengalami cedera akibat peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah, api dapat dipadamkan dan tidak ada korban jiwa. Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas pembakaran sampah, karena percikan api dapat dengan cepat menjalar, terlebih jika terdapat material yang mudah terbakar,” ujar Suwarti.

Warga Diminta Jangan Lalai

Peristiwa di Desa Sukosari menjadi pengingat bahwa aktivitas membakar sampah, meskipun dianggap sederhana, tetap memiliki potensi risiko apabila tidak diawasi dengan baik.

Api yang semula digunakan untuk membantu membersihkan sampah dapat berubah menjadi ancaman ketika ditinggalkan tanpa pengawasan. Terlebih, tumpukan sampah umumnya terdiri atas berbagai material yang mudah terbakar sehingga api dapat menjalar dalam waktu relatif singkat.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak meninggalkan sumber api dalam kondisi masih menyala. Setelah aktivitas pembakaran selesai, warga juga perlu memastikan bara benar-benar padam dan lingkungan sekitar berada dalam kondisi aman.

Selain kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu menggunakan layanan Call Center 110 ketika menemukan kejadian yang memerlukan kehadiran petugas.

Layanan tersebut dapat menjadi sarana komunikasi awal antara masyarakat dan aparat, terutama ketika suatu peristiwa membutuhkan penanganan segera.

Dalam konteks pelayanan publik, kecepatan merespons laporan masyarakat bukan semata-mata persoalan teknis, melainkan juga bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Kehadiran petugas di tengah masyarakat pada saat dibutuhkan menjadi bentuk konkret bahwa setiap informasi yang disampaikan warga memiliki nilai penting bagi keamanan dan ketertiban wilayah.

Kejadian kebakaran gudang bank sampah di Sukosari akhirnya dapat ditangani tanpa korban jiwa. Di balik peristiwa tersebut, terdapat satu pelajaran penting: kewaspadaan masyarakat, keberanian melapor dan respons cepat petugas merupakan mata rantai yang saling menguatkan dalam menghadapi keadaan darurat.

Polres Pekalongan pun kembali mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari sistem keamanan bersama dengan segera melaporkan setiap kejadian mencurigakan, kecelakaan, kebakaran, maupun kondisi darurat lainnya melalui saluran yang tersedia.

Sebab, dalam situasi darurat, beberapa menit pertama sering kali menentukan besar kecilnya dampak yang ditimbulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Polres Pekalongan Gelar Apel Kesiapsiagaan, Personel Dan Sarpras Dipastikan Siap Hadapi Dinamika Kamtibmas

26 Agu 2026 - 19:14 WIB

Polres Pekalongan Gelar Apel Kesiapsiagaan, Personel Dan Sarpras Dipastikan Siap Hadapi Dinamika Kamtibmas

Angin Puting Beliung Terjang Rumah Warga Sabarwangi, Kerugian Capai Rp15 Juta

26 Agu 2026 - 09:20 WIB

Angin Puting Beliung Terjang Rumah Warga Sabarwangi, Kerugian Capai Rp15 Juta

Hari Jadi ke-404, Pekalongan Meneguhkan Kebersamaan Dan Menatap Pembangunan

25 Agu 2026 - 22:57 WIB

Hari Jadi ke-404, Pekalongan Meneguhkan Kebersamaan Dan Menatap Pembangunan

Ledakan Diduga Petasan Lukai Pemuda 23 Tahun di Karangdadap

25 Agu 2026 - 19:12 WIB

Ledakan Diduga Petasan Lukai Pemuda 23 Tahun di Karangdadap
Trending di Polisi & Tni