Menu ✖

Otomatis
BERITA UTAMA

Pendidikan dan Kebudayaan

SEWELASAN SMANKA Episode 9 Bahas Literasi Digital pada Remaja

badge-check

SEWELASAN SMANKA Episode 9 Bahas Literasi Digital pada RemajaPerbesar

Siswa dan orang tua SMA Negeri 1 Kajen mengikuti diskusi daring tentang penggunaan HP, pengaturan waktu layar, dan pendampingan anak di era digital.

PEKALONGAN – SMA Negeri 1 Kajen menggelar kegiatan SEWELASAN SMANKA Episode 9 bertema “Literasi Digital pada Remaja”, Minggu (11/10/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti siswa-siswi beserta orang tua mereka.

ChatGPT Image 21 Sep 2026 22.56.37

Diskusi ini membahas pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab, terutama dalam kehidupan remaja yang semakin dekat dengan perangkat digital.

SEWELASAN SMANKA Bahas Tantangan Literasi Digital

Berdasarkan dokumentasi kegiatan, diskusi menghadirkan Rizqy Rahmat dan Niken Emiria Faradella sebagai narasumber. Peserta mengikuti pemaparan materi sekaligus menyampaikan pertanyaan dan tanggapan melalui kolom percakapan Zoom.

Salah satu persoalan yang mengemuka adalah tantangan orang tua dalam menerapkan aturan penggunaan telepon seluler atau handphone (HP) kepada anak, terutama ketika perangkat tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari belajar hingga hiburan.

Pembahasan ini menempatkan literasi digital bukan hanya sebagai kemampuan mengakses informasi melalui internet, melainkan juga sebagai pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab.

Orang Tua Hadapi Tantangan Membatasi Penggunaan HP

Dalam sesi diskusi, seorang peserta, Ibu Najwa dari kelas XII B, menanyakan solusi ketika dirinya bersama suami telah menerapkan aturan pembatasan penggunaan HP, tetapi anak meminta tambahan waktu dengan alasan belajar atau mencari bahan tugas sekolah.

Pertanyaan tersebut menggambarkan situasi yang kerap dihadapi keluarga ketika harus membedakan kebutuhan penggunaan gawai untuk kegiatan akademik dan penggunaan untuk hiburan.

Pengaturan waktu penggunaan HP menjadi salah satu hal yang perlu dikomunikasikan secara terbuka antara orang tua dan anak. Dengan demikian, aturan yang diterapkan dapat dipahami sebagai bentuk pendampingan, bukan semata-mata pembatasan.

Literasi Digital pada Remaja di Lingkungan Sekolah

Literasi Digital pada Remaja menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan, terutama ketika siswa semakin sering menggunakan internet dan perangkat digital untuk belajar maupun berkomunikasi. Melalui SEWELASAN SMANKA Episode 9, SMA Negeri 1 Kajen mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan pelajar dan keluarga.

Peran Orang Tua dalam Literasi Digital pada Remaja

Penerapan Literasi Digital pada Remaja membutuhkan dukungan orang tua di rumah.

Pendampingan dapat dilakukan dengan menyepakati waktu penggunaan HP, mengarahkan anak memanfaatkan internet untuk belajar, serta membangun komunikasi terbuka mengenai aktivitas digital.

Membangun Kebiasaan Digital yang Bertanggung Jawab

Literasi Digital pada Remaja juga mencakup kemampuan memeriksa kebenaran informasi, menjaga privasi, menghormati orang lain di ruang digital, dan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Kebiasaan tersebut perlu dibangun melalui kerja sama antara sekolah, siswa, dan keluarga.

Literasi Buku Menjadi Alternatif Penggunaan Gawai

Peserta lainnya, Arissa Shafa dari kelas XII C, menyampaikan usulan agar tugas literasi lebih banyak diarahkan pada kegiatan membaca buku di perpustakaan.

Menurutnya, kegiatan membaca buku dapat menjadi alternatif untuk mengurangi kebiasaan anak menghabiskan waktu terlalu lama menggunakan gawai.

Usulan tersebut turut menyoroti pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi digital dan kegiatan membaca melalui buku cetak. Keduanya dapat menjadi sumber belajar yang saling melengkapi sesuai kebutuhan siswa.

Komunikasi Orang Tua dan Anak Dinilai Penting

Sementara itu, Nazilah Nur Maulida dari kelas X.1 menyoroti pentingnya pendekatan yang tepat ketika orang tua mulai menerapkan aturan penggunaan HP.

Ia mengingatkan agar anak tidak merasa kaget atau marah ketika aturan baru diberlakukan setelah sebelumnya terbiasa mendapatkan kebebasan menggunakan perangkat digital.

Masukan tersebut menekankan pentingnya komunikasi dan penerapan aturan secara bertahap. Penjelasan mengenai alasan pembatasan, kesepakatan waktu penggunaan, serta konsistensi orang tua dapat menjadi bagian dari pendampingan anak di rumah.

SEWELASAN SMANKA Dorong Penggunaan Teknologi Secara Bijak

Melalui SEWELASAN SMANKA Episode 9, pembahasan literasi digital menjadi ruang dialog bagi siswa dan orang tua untuk menyampaikan pengalaman serta persoalan yang mereka hadapi dalam penggunaan teknologi sehari-hari.

Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting karena pendampingan penggunaan perangkat digital tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga berlanjut di lingkungan keluarga.

Kegiatan bertema “Literasi Digital pada Remaja” ini mengangkat sejumlah persoalan praktis, mulai dari pembatasan penggunaan HP, pemanfaatan perangkat untuk belajar, kebiasaan membaca buku, hingga komunikasi antara orang tua dan anak.

Diskusi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya menggunakan teknologi secara proporsional, sekaligus membangun kebiasaan digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Pentingnya Literasi Digital bagi Pelajar

Literasi digital pada remaja menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan seiring meningkatnya penggunaan internet dan perangkat elektronik dalam kehidupan sehari-hari. Pelajar perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, memahami keamanan digital, serta menggunakan teknologi sesuai kebutuhan.

Kemampuan tersebut juga mencakup sikap kritis ketika menerima informasi dari media sosial, menghormati privasi orang lain, dan menghindari penyebaran informasi yang belum diketahui kebenarannya. Dengan pemahaman yang baik, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar dan mengembangkan kreativitas.

Di lingkungan keluarga, orang tua memiliki peran dalam mendampingi anak membangun kebiasaan digital yang bertanggung jawab. Pendampingan dapat dilakukan melalui komunikasi terbuka, kesepakatan waktu penggunaan perangkat, serta pengawasan yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak.

Melalui pembahasan literasi digital dalam SEWELASAN SMANKA Episode 9, siswa dan orang tua diajak memahami bahwa penggunaan teknologi memerlukan keseimbangan. Aktivitas digital perlu berjalan beriringan dengan belajar, membaca buku, berinteraksi secara langsung, dan menjalankan kegiatan positif lainnya.

Kerja sama antara sekolah dan keluarga diharapkan dapat membantu pelajar mengembangkan keterampilan digital sekaligus membangun kedisiplinan dalam memanfaatkan teknologi.

Pembahasan literasi digital juga berkaitan dengan upaya meningkatkan kecakapan masyarakat dalam menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab. Informasi mengenai kebijakan dan program digital dapat diakses melalui situs resmi Kementerian Komunikasi dan Digital RI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

DPRD dan Pemkab Pekalongan Tetapkan Raperda Penyelenggaraan Pendidikan Menjadi Perda

15 Okt 2026 - 23:32 WIB

DPRD dan Pemkab Pekalongan Tetapkan Raperda Penyelenggaraan Pendidikan Menjadi Perda

Eks SDN 2 Kutorojo Jadi Harapan Baru KB Kuncup Mekar, Revitalisasi Rp428 Juta Dikawal Transparansi

14 Okt 2026 - 07:46 WIB

Eks SDN 2 Kutorojo Jadi Harapan Baru KB Kuncup Mekar, Revitalisasi Rp428 Juta Dikawal Transparansi

RUANG GURU BIKIN GEGER ! WARGA LANGKAP NGAMUK

11 Sep 2026 - 15:45 WIB

RUANG GURU BIKIN GEGER ! WARGA LANGKAP NGAMUK
Trending di Video
```