Menu ✖

Otomatis
BERITA UTAMA

Headline

Lima Calon Disetujui Rais Aam, Pemilihan Ketum PBNU Masuki Tahap Penentuan

badge-check

Lima Calon Disetujui Rais Aam, Pemilihan Ketum PBNU Masuki Tahap Penentuan Perbesar

Rais Aam PBNU terpilih KH Miftachul Akhyar menyetujui lima nama calon Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031. Penentuan ketua umum selanjutnya diserahkan kepada Rais Aam bersama delapan anggota AHWA.

JOMBANG – Pemilihan Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031 memasuki tahap penentuan. Lima nama calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang telah memenuhi persyaratan resmi mendapat persetujuan dari Rais Aam PBNU terpilih, KH Miftachul Akhyar.

ChatGPT Image 21 Sep 2026 22.56.37

Persetujuan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Setelah lima calon mendapatkan persetujuan, proses selanjutnya diarahkan pada musyawarah untuk menentukan sosok yang akan memimpin PBNU selama lima tahun ke depan.

Pimpinan Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU, Prof H Ganeffri, mengatakan pihaknya telah menghadap langsung Rais Aam terpilih untuk memastikan lima nama calon yang diajukan telah sesuai dengan ketentuan tata tertib pemilihan.

Menurut dia, KH Miftachul Akhyar memberikan persetujuan terhadap kelima calon tersebut. Persetujuan itu menjadi dasar bagi tahapan berikutnya dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU.

“Alhamdulillah, Rais Aam terpilih, sesuai dengan tata tertib pemilihan. Setelah kami menghadap Rais Aam terpilih, kelima calon yang kita usulkan itu disetujui oleh Rais Aam secara lisan maupun secara tulisan,” ujar Prof H Ganeffri dalam Sidang Pleno V di Gedung Serba Guna KH Hasbullah Said, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).

Dengan adanya persetujuan tersebut, kelima nama calon dinyatakan telah memenuhi tahapan yang dipersyaratkan dalam proses pemilihan. Perhatian kemudian beralih pada mekanisme musyawarah untuk menentukan satu nama sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.

Dimusyawarahkan Rais Aam dan AHWA

Penentuan Ketua Umum PBNU selanjutnya dilakukan melalui musyawarah antara Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar bersama delapan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar ke-35 NU.

Musyawarah tersebut berlangsung di ndalem Kepatihan Kiai Abdul Wahab Hasbullah, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Senin pagi.

Forum tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan arah kepemimpinan PBNU untuk masa khidmat lima tahun mendatang. Karena itu, proses musyawarah menjadi perhatian dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU.

Prof H Ganeffri berharap proses tersebut dapat segera menghasilkan nama Ketua Umum PBNU yang baru. Ia juga menyampaikan harapan agar proses penentuan tersebut dapat berlangsung sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

“Selanjutnya beliau-beliau itu (Rais Aam terpilih dan delapan AHWA) akan bermusyawarah untuk menentukan Ketum kita yang baru. Mari kita berdoa agar lebih cepat keluar nama Ketum yang baru, doanya silakan sesuai kebiasaan. Kita berharap 15 menit lebih cepat lebih baik,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof H Ganeffri sembari mengetuk palu persidangan. Dengan demikian, tahapan pemilihan Ketua Umum PBNU memasuki bagian penting, yakni musyawarah yang melibatkan Rais Aam terpilih dan anggota AHWA.

Lima Nama dengan Perolehan Suara Tertinggi

Lima calon Ketua Umum PBNU yang mendapatkan persetujuan Rais Aam tersebut ditetapkan berdasarkan perolehan suara dalam proses sebelumnya.

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjadi calon dengan perolehan suara tertinggi, yakni 472 suara.

Posisi berikutnya ditempati KH Zulfa Mustofa dengan 262 suara. Kemudian KH Abdussalam Shohib memperoleh 261 suara.

Sementara itu, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendapatkan 258 suara, sedangkan KH Abdul Ghaffar Rozin memperoleh 155 suara.

Perolehan suara tersebut menjadi bagian dari tahapan sebelum proses penentuan akhir. Setelah lima nama mendapatkan persetujuan Rais Aam, proses pemilihan Ketua Umum PBNU kemudian berlanjut melalui mekanisme musyawarah.

Menunggu Penentuan Ketua Umum PBNU

Dengan disetujuinya lima nama calon tersebut, perhatian peserta Muktamar ke-35 NU kini beralih pada proses musyawarah yang akan menentukan satu nama sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031.

Keputusan tersebut akan menentukan kepemimpinan PBNU untuk lima tahun mendatang. Proses ini sekaligus menjadi bagian akhir dari rangkaian pemilihan yang telah berlangsung melalui beberapa tahapan dalam Muktamar ke-35 NU.

Dengan mekanisme yang telah ditetapkan, hasil musyawarah Rais Aam bersama anggota AHWA menjadi tahapan penting sebelum penetapan Ketua Umum PBNU terpilih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kematian Aqib Harus Diungkap Terang, Master Justice Siap Kawal Proses Hukum hingga Tuntas

4 Okt 2026 - 14:59 WIB

Kematian Aqib Harus Diungkap Terang, Master Justice Siap Kawal Proses Hukum hingga Tuntas

Sidang Fadia Arafiq di Tipikor Semarang: 68 Saksi, 5 Saksi A De Charge, dan Barang Bukti yang Belum Mau Pulang

26 Sep 2026 - 20:27 WIB

Sidang Fadia Arafiq di Tipikor Semarang: 68 Saksi, 5 Saksi A De Charge, dan Barang Bukti yang Belum Mau Pulang

Drama Sidang Fadia Belum Tamat: JPU KPK Sodorkan Tuntutan 5 Tahun dan Rp2,69 Miliar

24 Sep 2026 - 21:42 WIB

Drama Sidang Fadia Belum Tamat: JPU KPK Sodorkan Tuntutan 5 Tahun dan Rp2,69 Miliar

Bursa 11 Kepala OPD Pekalongan Menghangat, Ini Nama-Nama yang Masuk Seleksi

22 Sep 2026 - 18:10 WIB

Bursa 11 Kepala OPD Pekalongan Menghangat, Ini Nama-Nama yang Masuk Seleksi

18 BUMDes Agen Samsat di Kabupaten Pekalongan, Layanan Pajak Makin Dekat

21 Sep 2026 - 18:07 WIB

18 BUMDes Agen Samsat di Kabupaten Pekalongan, Layanan Pajak Makin Dekat
Trending di Headline