Menu ✖

Otomatis
BERITA UTAMA

Polisi & Tni

Kebakaran Hutan Perhutani di RPH Sigugur Pekalongan Padam, Petugas Lakukan Pendinginan

badge-check

Kebakaran hutan Perhutani Pekalongan di RPH Sigugur, Kandangserang, padam. Sekitar 4 hektare lahan terdampak dan petugas masih melakukan pendinginan. Perbesar

Kebakaran hutan Perhutani Pekalongan di RPH Sigugur, Kandangserang, padam. Sekitar 4 hektare lahan terdampak dan petugas masih melakukan pendinginan.

Kebakaran hutan Perhutani di RPH Sigugur, Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, menghanguskan sekitar 4 hektare lahan. Petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

 

ChatGPT Image 21 Sep 2026 22.56.37

PEKALONGAN — Kebakaran hutan milik Perhutani di wilayah RPH Sigugur, Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, berhasil dipadamkan. Meski api utama telah padam, petugas gabungan masih melakukan pengecekan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.

Pengecekan pascakebakaran dilakukan pada Minggu (20/9/2026) pagi dengan melibatkan personel Polri, TNI, Perhutani, BPBD, serta masyarakat sekitar.

Kebakaran hutan tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Sejak laporan diterima, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, PMI, Perhutani, dan masyarakat langsung melakukan upaya pemadaman.

Berdasarkan laporan perkembangan pada Minggu siang, luas kawasan Perhutani yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 4 hektare.

Area terdampak meliputi Petak 73C, Petak 73G, dan Petak 73H di RPH Sigugur. Rinciannya, sekitar 1 hektare berada di Petak 73C, 2 hektare di Petak 73G, dan 1 hektare di Petak 73H.

Kondisi medan di lokasi cukup menyulitkan proses penanganan karena kawasan yang terbakar berupa tanah berbatu, lereng, dan tebing.

Vegetasi yang terdampak kebakaran antara lain tanaman pinus yang ditanam pada 2023, rumput kering, semak belukar, serta sisa ranting dan bonggol pinus yang telah ditebang.

Kebakaran Hutan Perhutani Pekalongan Berhasil Dipadamkan

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui Kasubsi Penmas Sihumas Iptu Suwarti, S.H. mengatakan, meskipun api utama telah berhasil dipadamkan, personel gabungan tetap melakukan pengecekan secara intensif.

Menurutnya, pendinginan diperlukan untuk memastikan tidak terdapat bara yang masih menyala dan berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Personel gabungan terus melakukan pengecekan dan pendinginan di lokasi kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih menyala dan mencegah kemungkinan kebakaran kembali meluas,” ujar Suwarti.

Dalam proses pendinginan, petugas menggunakan tangki gendong untuk menyemprot dan mendinginkan sisa bonggol pinus yang masih mengeluarkan asap.

Selain pendinginan, petugas juga membuat parit di kawasan Petak 73H. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi agar api tidak merambat ke kawasan lain maupun mendekati permukiman warga.

Jarak Kebakaran Sekitar 1 Kilometer dari Permukiman

Lokasi kebakaran diketahui berjarak sekitar 1 kilometer dari permukiman warga di Dukuh Harjosari, Desa Bojongkoneng.

Hingga laporan perkembangan disampaikan, belum terdapat laporan mengenai api yang mendekati permukiman warga.

Untuk mengantisipasi perkembangan situasi, petugas juga menyiapkan dua pos pantau. Pos pertama berada di Desa Bubak, sedangkan pos kedua berada di Dukuh Harjosari, Desa Bojongkoneng.

Keberadaan pos pantau tersebut digunakan untuk memonitor kondisi kawasan sekitar lokasi kebakaran, terutama terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api.

Sebanyak 88 Personel dan Relawan Terlibat

Penanganan kebakaran hutan Perhutani di RPH Sigugur melibatkan sebanyak 88 personel dan relawan.

Mereka terdiri dari personel Perhutani, Polri, TNI, Damkar, Muspika Kecamatan Kandangserang, serta relawan masyarakat dari Desa Bubak dan Harjosari.

Sinergi antarinstansi dan masyarakat dilakukan sejak kebakaran diketahui pada Sabtu siang hingga proses pemantauan dan pendinginan pascakebakaran.

Dengan kondisi kawasan yang memiliki vegetasi kering serta medan berupa lereng dan tebing, petugas tetap melakukan pemantauan meskipun api utama telah berhasil dipadamkan.

Masyarakat Diminta Waspada

Iptu Suwarti mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan yang kondisinya kering.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditangani,” tambahnya.

Hingga perkembangan terakhir, api utama telah padam dan dalam pengecekan tidak ditemukan lagi api yang masih menyala.

Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api, khususnya ketika cuaca panas dan angin bertiup kencang.

Sementara itu, penyebab kebakaran dan jumlah kerugian akibat peristiwa tersebut masih belum diketahui.

Petugas masih melakukan pemantauan terhadap kondisi kawasan terdampak untuk memastikan situasi benar-benar aman dan tidak terjadi kebakaran susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kematian Aqib Harus Diungkap Terang, Master Justice Siap Kawal Proses Hukum hingga Tuntas

4 Okt 2026 - 14:59 WIB

Kematian Aqib Harus Diungkap Terang, Master Justice Siap Kawal Proses Hukum hingga Tuntas

Polda Jateng Amankan Dua Pria Bawa Sabu 10,63 Gram dari Pontianak ke Semarang

2 Okt 2026 - 19:54 WIB

Polda Jateng Amankan Dua Pria Bawa Sabu 10,63 Gram dari Pontianak ke Semarang

Lansia 82 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah di Kesesi Pekalongan

22 Sep 2026 - 17:19 WIB

Lansia 82 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah di Kesesi Pekalongan

Gudang Kayu di Kedungwuni Pekalongan Terbakar, Kerugian Capai Rp100 Juta

22 Sep 2026 - 07:13 WIB

Gudang Kayu di Kedungwuni Pekalongan Terbakar, Kerugian Capai Rp100 Juta

Kebakaran Lahan Tebu Sragi Pekalongan, Polsek Bergerak Cepat Cegah Api Meluas

20 Sep 2026 - 20:44 WIB

Kebakaran Lahan Tebu Sragi Pekalongan, Polsek Bergerak Cepat Cegah Api Meluas
Trending di Polisi & Tni