Menu ✖

Otomatis
BERITA UTAMA

Polisi & Tni

Kemarau Membara! 4.000 Meter Persegi Ladang di Kesesi Pekalongan Terbakar

badge-check

Kemarau Membara! 4.000 Meter Persegi Ladang di Kesesi Pekalongan Terbakar Perbesar

Kemarau Membara, 4.000 Meter Persegi Ladang di Kesesi Pekalongan Terbakar

PEKALONGAN – Musim kemarau membara kembali membawa ancaman kebakaran lahan di Kabupaten Pekalongan. Rumput dan vegetasi kering di sebuah ladang kosong milik warga di Desa Watupayung, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, tiba-tiba dilalap api pada Jumat (28/8/2026) sore.

Kobaran api dengan cepat merambat karena kondisi lahan yang kering. Kondisi tanah dan vegetasi yang kehilangan banyak air akibat cuaca panas membuat material di area terbuka menjadi mudah terbakar.

ChatGPT Image 21 Sep 2026 22.56.37

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung bergerak. Asap tebal dan kobaran api yang terlihat dari sekitar lokasi memicu kekhawatiran, terlebih jika api merembet ke lahan pertanian maupun permukiman warga di sekitarnya.

Sejumlah warga kemudian berupaya melakukan pemadaman secara mandiri sembari meminta bantuan petugas. Warga bersama masyarakat berjibaku mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas.

Beruntung, api berhasil dipadamkan sebelum mencapai area yang lebih luas. Setelah proses pemadaman selesai, petugas melakukan pengecekan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang masih menyala dan berpotensi memicu kebakaran susulan.

Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, IPTU Suwarti, S.H., membenarkan adanya peristiwa kebakaran lahan tersebut.

Menurutnya, berdasarkan pengecekan sementara, lokasi yang terbakar merupakan lahan yang sedang tidak ditanami. Lahan itu dipenuhi rumput dan vegetasi kering yang mudah terbakar.

“Dari hasil pengecekan sementara, kebakaran terjadi pada lahan yang tidak ditanami dan banyak ditumbuhi rumput serta vegetasi kering. Untuk penyebab pastinya masih dilakukan pendalaman,” ujar IPTU Suwarti.

Warga Diminta Jangan Bakar Sampah Sembarangan

Polres Pekalongan mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi kondisi kemarau membara. Rumput kering, daun, ranting maupun sisa tanaman yang menumpuk dapat menjadi bahan alami yang mudah terbakar ketika terkena api.

IPTU Suwarti meminta masyarakat menghentikan kebiasaan membakar sampah, rumput maupun sisa tanaman secara sembarangan, terutama di area terbuka yang memiliki banyak material kering.

“Di musim kemarau seperti sekarang, masyarakat kami imbau tidak melakukan pembakaran sampah, rumput maupun sisa tanaman secara sembarangan. Apabila melihat asap atau titik api di lahan terbuka, segera laporkan agar dapat ditangani sebelum api meluas,” tegasnya.

Imbauan tersebut menjadi penting karena kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menjalar. Terlebih apabila lokasi kebakaran berada tidak jauh dari lahan pertanian atau permukiman warga.

Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 4.000 meter persegi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian materiil dilaporkan nihil.

Petugas memastikan kondisi lokasi berangsur aman setelah api berhasil dipadamkan. Pemantauan tetap dilakukan pada sejumlah titik yang berpotensi menyimpan bara untuk mencegah api kembali berkobar.

Kondisi lahan yang kering selama musim kemarau membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Rumput, daun dan sisa tanaman yang mengering dapat dengan mudah terbakar apabila terkena sumber api.

Karena itu, aktivitas pembakaran di area terbuka perlu dilakukan dengan sangat hati-hati dan tidak dilakukan secara sembarangan.

Peristiwa kebakaran lahan di Desa Watupayung menjadi pengingat bahwa pencegahan perlu dilakukan bersama.

Warga dapat membantu dengan menjaga kebersihan lahan, tidak membuang benda yang masih memiliki bara api serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Langkah cepat tersebut dapat mencegah kebakaran meluas ke area pertanian maupun permukiman.

Bara Kecil Bisa Jadi Petaka

Kebakaran lahan pada musim kemarau bukan perkara sepele. Vegetasi yang mengering akibat minimnya curah hujan berubah menjadi bahan yang sangat mudah terbakar.

Jika ditambah cuaca panas dan hembusan angin, kobaran api dapat bergerak cepat. Terlebih pada lahan terbuka yang dipenuhi rumput kering dan material mudah terbakar.

Meski kebakaran di Watupayung berhasil dikendalikan dan tidak menimbulkan korban maupun kerugian materiil, peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.

Api kecil yang dibiarkan dapat berubah menjadi kobaran besar dalam waktu singkat. Karena itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau titik api di lahan terbuka.

Pemilik lahan juga diimbau membersihkan rumput kering dan material mudah terbakar, terutama pada bagian lahan yang berdekatan dengan permukiman.

Selama musim kemarau membara masih berlangsung, kewaspadaan menjadi kunci. Jangan sampai bara kecil berubah menjadi bencana besar yang mengancam lahan pertanian dan lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kematian Aqib Harus Diungkap Terang, Master Justice Siap Kawal Proses Hukum hingga Tuntas

4 Okt 2026 - 14:59 WIB

Kematian Aqib Harus Diungkap Terang, Master Justice Siap Kawal Proses Hukum hingga Tuntas

Polda Jateng Amankan Dua Pria Bawa Sabu 10,63 Gram dari Pontianak ke Semarang

2 Okt 2026 - 19:54 WIB

Polda Jateng Amankan Dua Pria Bawa Sabu 10,63 Gram dari Pontianak ke Semarang

Lansia 82 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah di Kesesi Pekalongan

22 Sep 2026 - 17:19 WIB

Lansia 82 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah di Kesesi Pekalongan

Gudang Kayu di Kedungwuni Pekalongan Terbakar, Kerugian Capai Rp100 Juta

22 Sep 2026 - 07:13 WIB

Gudang Kayu di Kedungwuni Pekalongan Terbakar, Kerugian Capai Rp100 Juta

Kebakaran Hutan Perhutani di RPH Sigugur Pekalongan Padam, Petugas Lakukan Pendinginan

21 Sep 2026 - 08:02 WIB

Kebakaran Hutan Perhutani di RPH Sigugur Pekalongan Padam, Petugas Lakukan Pendinginan
Trending di Polisi & Tni